• MIN 2 KEDIRI
  • MARKISA (Madrasah Religius, Kreatif, Inovatif, Santun, dan Asri)

SEJARAH MIN 2

SEJARAH MIN 2 KEDIRI

             Pada tahun 1920 terdapat pondok pesantren di Dusun Sragi Desa Doko, terdapat 4 asrama membujur ke selatan, setiap asrama terdiri beberapa kamar. Dengan jumlah santri ± seratus orang, mereka berasal dari segala penjuru daerah, diantaranya, Jawa Tengah, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri dan sekitarnya. seperti pada umumnya pondok pesantren pasti ada madrasahnya, pada waktu itu nama Madrasahnya Madrasah Diniyah Sragi. Saat itu bangkunya memakai lincak (dari pohon bambu) dan tingkatanya tidak kelas I,II,III, akan tetapi Shifir awal, Shifir Tsani, Shifir Tsalits. Setiap Shifir ada tinggkatannya, tingkat I, tingkat II, tingkat III.  tahun 1947 terjadi Agresi Kediri yang berdampak pada penurunan jumlah santri. Pada akhirnya banyak tempat yang kosong

            Waktu itu pemuda-pemuda Sragi banyak yang pulang dari pondok pesantren (pulang kampung) dikarenakan adanya Agresi Kediri pada tahun 1947, kemudian mendirikan Madrasah Diniyah, dengan nama Madrasah Amdadiyah (yang berarti kekal), waktu pendirianya pada bulan Syawwal, bulam masehinya bulan Juli, bertepatan tanggal 07 Juli 1947.

Adapun silsilah pendiri Madrasah Amdamdiyah antara lain :

  1. Mbah Mu’id ( paman KH. Anwar Iskandar)
  2. Mbah Mi’ad ( paman KH. Anwar Iskandar )
  3. Bapak Salam ( keluarga besar Sragi )
  4. Bapak Saeroji ( keluarga besar Sragi )
  5. Bapak Makasin ( keluarga besar Sragi )
  6. Bapak Qowa’id ( keluarga besar Sragi )
  7. Bapak Sahuri ( keluarga besar Sragi )
  8. Bapak Ahmad Sa’id ( keluarga besar Sragi )
  9. dll

 Sedangkan Penggerak Madrasah Amdamdiyah  adalah Mbah Mu’id, beliau pulang kampung sehabis menyelesaikan pendidikan dari pondok pesantren Krapyak. Jogjakarta Jawa Tengah, Saat itu Madrasah Amdadiyah masuk sore hari, dengan jumlah santri ± seratusan.

             Madrasah Amdadiyah mulai masuk pagi pada tahun 1960, atas inisiatif Bapak Sujono, setelah beliau menyelesaikan Akademiknya. ketika itu beliau menerapkan 2 program, pagi dan sore hari, untuk yang pagi hari kelas I dan II, yang mengajar Bapak Sujono dan Bapak Munawir. Sedangkan kelas IV, dan V yang anaknya kecil-kecil dijadikan satu kelompok dan dijadikan kelas III jadi yang masuk pagi ada 3 kelas yaitu kelas I,II dan III, selain itu tetap masuk sore hari liburnya hari Jum’at, kenaikan kelas jatuh pada bulan Syawwal, saat itu pelajaranya masih Agama saja. Sedangkan untuk pelajaran umumnya belum ada. Kemudian pada tahun 1970 ada MWB ( madrasah wajib belajar ), yang menegaskan setiap pendidikan Madrasah harus mengajarkan mata pelajaran umum, saat itu pelajaran umumnya masih Bahasa Indonesia, ilmu hitung, dan Ilmu Bumi dan Ilmu Hayat ( IPS dan IPA ).

             Dari sini pengurus yayasan ada inisiatif pendirian RA ( Roudlotul Athfal ) Amdadiyah dan MTS Amdadiyah tepatnya tahun 1978 dikarenakan ada program dari pemerintah Departemen Agama yaitu PENDIDIKAN SATU RUMPUN, pada saat itu Menteri Agamanya Bapak Munawir Tsadzali. Jadi satu tempat itu pendidikan RA, MI, dan MTS nya.

  

            Adapun yang pernah menjadi kepala Madrasah diantaranya :

  1. Mbah Mu’id
  2. Bapak Salam
  3. Bapak Syahuri
  4. Bapak Ahmad Sa’id
  5. Bapak Sujono (1981- Nopember 2000)
  6. Bapak Mustafa Al- Mustofa (plt.)
  7. Bapak Selamet Islam (2000 - 2005)
  8. Bapak Drs. Muhammad Muslih, M.Pd.I ( 2005 – 2010 )
  9. Bapak Drs. Fatkhur Rokhim M.Pd.I ( 2010 – 2015 )
  10. Bapak Drs. Imam Sururi, M.Pd.I (2015 – sekarang)

             Pengusulan Kenegerian atas usulan Bapak Sujono, beliau meminta pengurus  ( yayasan ) Bapak Drs. Muhammad Djen sebagai ketua Yayasan dan tokoh-tokoh masyarakat setempat, agar berkenan mengkabulkannya. Pada saat Bapak Drs.Abbas Shofyan menjadi KAKANWIL Departemen Agama Jawa Timur pada tahun 1978 ada penawaran Madrasah Amdadiyah dijadikan Negeri, akan tetapi oleh yayasan tidak mengkabulkannya, akhirnya penegeriannya diberikan ke Kabupaten Malang ( MIN Malang I ).

              Pada tahun 1992 ada pemeriksaan-pemeriksaan dari pemerintah, ada usulan agar Madrasah Amdadiyah diNegerikan dengan status tanah wakaf. Pada saat Penegerian tidak ada hambatan sama sekali dari masyarakat. Dan penegerian turun pada tahun 1993 .

Dan di tahun 2016 turun SK no 673 tentang perubahan nama madrasah dari MIN DOKO menjadi MIN 2 KEDIRI. Akhirnya mulai per 17 Juli 2017 telah resmi Madrasah memakai nama MIN 2 Kediri

 

 Kediri,  5 Januari 2018

Kepala,

 

 

Drs. IMAM SURURI, M.Pd.I

NIP 196507051994031016

Komentari Tulisan Ini
Halaman Lainnya
DAFTAR ULANG

Penting untuk diperhatikan: Bagi peserta didik yang dinyatakan diterima wajib melaksanakan daftar ulang/lapor diri. Pelaksanaan Kegiatan Lapor Diri mulai Tanggal 6-8 Mei 2021 pukul 07

29/03/2021 13:23 - Oleh Administrator - Dilihat 499 kali
INFORMASI

Selamat Datang Di Portal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online MIN 2 Kediri Tahun Pelajaran 2021/2022   PENGANTAR Pendaftaran Peserta Didik Baru dibuka secara online dengan m

20/02/2021 15:14 - Oleh Administrator - Dilihat 3877 kali
EKSTRAKURIKULER

Kegiatan Ekstra Kurikuler  Kegiatan Ekstra Untuk Bapak Ibu Guru Mengaji Metode Umi dengan mendatangkan guru dari luar Hari senin, selasa dan rabu mulai pukul 13.30 s.d 16.00 WIB

18/04/2020 18:28 - Oleh Administrator - Dilihat 489 kali
Kondisi Madrasah

Kondisi Obyektif Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri   Luas tanah yang dikuasai madrasah menurut Status Kepemilikan dan Penggunaan   Status Kepemilikian Luas Tanah S

25/03/2020 18:20 - Oleh Administrator - Dilihat 477 kali
Profil

PROFIL MADRASAH IBTIDAYAH NEGERI 2 KEDIRI   Identitas Madrasah 1.      Nama Madrasah : Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri 2.   

15/03/2020 19:18 - Oleh Administrator - Dilihat 837 kali